Label

Kamis, 11 Maret 2010

RESUME BUKU "SOSIOLOGI PERUBAHAN SOSIAL" (PIOTR SZTOMPKA)

BAB I

KONSEP FUNDAMENTAL DALAM STUDI PERUBAHAN SOSIAL

Perubahan meliputi, pertama perubahan sosial. Perubahan sosial didefinisikan sebagai gejalah yang akan selalu terjadi, sifatnya tidak tetap atau senantiasa bergerak melibatkan dimensi ruang, waktu dan sistem sosial. Apabila satu sistem berubah maka telah terjadi perubahan pada struktur dalam masyarakat baik ditingkat yang besar (makro), sedang (mezo), dan kecil (mikro).

Kedua, proses sosial didefinisikan sebagai runtunan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang sifatnya besar maupun kecil.

Perubahan sosial ini sebagai wujud variasi atau modifikasi dalam setiap aspek proses sosial, pola sosial dan bentuk-bentuk sosial. Perubahan sosial sebagai konsep yang meliputi perubahan fenomena sosial ditingkat masyrakat. Tidak ada perubahan yang tidak menimbulkan dampak pada masyarakat yang sedang mengalami perubahnterserbut.



BAB II

PERKEMBANGAN KONSEP KEMAJUAN

Kemajuan tidak dapat dipisahkan dari kemajuan masyarakat. Karena kemajuan itu telah ada sejak zaman purbakala dan terus berkembang sampai sekarang. Kemajuan itu diperlukan untuk menjaga keutuhan manusia kemajuan terjadi pada suatu masyarakat dalam bentuk perklembangan yang linear menuju kearah yang positif dan perkembangan ini akan membantu kesempurnaan masyarakat.

Berbeda dengan perubahan yang berlangsung cepat atau revolusi, perkembangan ini menyentuh langsung inti dan fungsi dari struktur sosial, memerlukan waktu yang cepat. Oleh Marx, konsep ini telah mengurangi dominasi kapitalis dan sebagai landasan untuk membangun masyarakat sosial, dan ketahap selanjutnya, meskipun pada akhirnya konsep ini pada perkembanganya mengalami kemunduran.



BAB III

DIMENSI WAKTU DARI MASYARAKAT: WAKTU SEBAGAI DIMENSI KEHIDUPAN SOSIAL

Ruang dan waktu adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan , setiap perubahan yang terjadi melibatkan dimensi ruang dan waktu. Waktu dan perubahan adalh suatu konsep yang mengantarkan masyarakat pada bentuk-bentuk kebiasaan umum yang bermanfaat.

Waktu berfungsi sebagai alat atau barometer yang dapat digunakan untuk mengatur kegiatan-kegiatan manusia. Contoh: jam. Waktu itu selalu berbeda ditempat yang berbeda dan bersal dari satu dimensi sosial yang berbeda pula.



BAB IV

ASAL TRADISI SEJARAH

Tradisi merupakan segala sesuatu (meliputi adat, kepercayaan, kebiasaan, ajaran dan sebagainya) yang telah berlangsung secar turun temurun dari masa lalu kemasa kini dan masih melekat dalam kehidup.

Meskipun demikian dalam perjalanannya tradisi tersebut tidak murni artinya telah menmgalami perubahan dari masa kemasa, karena tidak semua tradisi membawa kemajuan kadang tradisi tertentu membawa kemunduran misalnya: tradisi-tradisi yang sifatnya memaksa dan mengikat.

BAB V

MODERNITAS DAN POST-MODERNITAS

Modernitas,berarti perubahan yang mengarah pada kemajuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, sosial budaya, politik, kemajuan ini dapat menimbulkan kerawanan dan berpengaruh terhadap kondisi masyarakat karena sifatnya individualis, sangata kental dalam kehidupan modern.

Modernitas ditandai dengan semakin menipisnya bats-batas geografi dari kegiatan ekonomi atau pasar secara nasional dalam bentuk perdagangan bebas tanpa ada hambatan.

Masyarakat senantiasa dituntut untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan masyarakat harus mengejar kualitas dan keunggulan. Yang paling ditunjukkan adalah pemilik modal karena mereka bebas untu8k berinfestasi sedangkan yang tidak mempunyai modal yang besar akan tersingkirkan. Post-modernimisme justru mengungkap beberapa perkembangan dan transformasi tertentu yang berlangsung dalam rangka mencai modernitas.



BAB VI

GLOBALISASI MASYARAKAT MANUSIA

Dunia modern tidak dapat dijauhkan dari globalisasi. Globalisasi mencakup aspek-aspek ekonomi, sosial budaya, politik pemerintahan, dasebagainya. Adanya ketergantungan ekonomi dan menyempitnya batas-batas geografi suatu Negara adalah salah satu dari cirri-ciri globalisasi.

Akibat dari globalisasi adalah mendominasinya budaya Barat keseluruh dunia. Dampak dari globalisasi ini dirasakan sebagian besar masyarakat dunia. Contoh ketika masyarakat di suatu daerah masih menggunakan kain bekas sebagai pembalut, sementara dibelahan dunia lain masyarakatnya sudah menggunakan softex sebagai pembalut, lama kelamaan masyarakat yang menggunakan kain tadi, akan menggunakan softex juga. Karena ada kesadaran bahwa itu merupakan suatu kebutuhan. Ini merupakan bentuk terkecil dari globalisasi.

Unsur budaya dan tradisi dari luar akan memperkaya budaya setempat yang telah ada sebelumnya, budaya tersebut telah mengalami peleburan.



BAB VII

EVOLUSIONALISME KLASIK

Pendiri sosiolog menganalogikan bahwa dalam menganalogikan organic hanya memerlukan alat intelektual untuk membuat analisa sosial. Mereka mengatakan bahwa organisme dan masyarakat ada unsure kesamaan namun mereka pula sadar bahwa ada perbedaan di antara keduanya. Organism dan masyarakat keduanya saling memengaruhi dalam kelangsungan hidup dan perubahan (evolusi).

Evolusi menjadi prinsip umum semua realitas alam dan sosial. Adanya sifat umum seperti ini adalah karena realitas pada dasarnya adalah material, terdiri dari zat energy, dan gerakan. Singkatnya evolusi berlangsung melalui diferensiasi struktur dan fungsional sebagai berikut: pertama, dari yang sederhana menuju ke yang kompleks. Kedua, dari tampa bentuk yang dapat dilihat ke keterkaitan bagian-bagian. Ketiga, dari keseragaman, homogenitas ke spesialisasi, heterogenitas, dan yang ke empat yaitu, dari yang tidak stabil ke kestabilan.

BAB VIII

NEOEVOLUSIONISME

Evolusi meliputi semua kesatuan kultur konkrit. Setiap kultur atau setiap aspek kultur tertentu bekembang secara berbeda dan mengikuti mekanisme sendiri. Dalam kajian ini kultur dianggap sebagai suatu bagian yang mempunyai bentuk-bentuk Dalam kajian ini kultur dianggap sebagai suatu bagian yang mempunyai bentuk-bentuk yang berbeda di tempat yang berbeda dan kultur inilah yang lam-kelamaan akan mengalami perubahan secara lambat (evolusi).

Evolusi ini melingkupi seluruh aspek kebudayaan dan punya metode tertentu dan bersifat ganda. Adanya dominasi faktor tekno-ekonomi punbersifat ganda. Adanya dominasi faktor tekno-ekonomi puna peran yang cukup berarti. Khltur ini sangat erat kaitannya dengan kegiatan sehari-harim suatu masyarakat seperti kegiatan keagamaan.



BAB IX

TEORI MEDERNISASI: LAMA DAN BARU

Modernisasi sebenarnya selalu dikaitkan dengan masyarakat tertinggal, karena yang mengalami modernisasi sebagian besar adalah masyarakat yang terbelakang. Modernisasi bertujuan untuk memajukan suatu masyarakat. Modernisasi meliputi bidang-bidang ekonomi, sosial, politik, teknologi dan ilmu pengetahuan.

Ada pendapat yang membantah teori modernisasi ini, bahwa modernisasi merupakan hal-hal yang tidak pasti, Karena terkadang apa yang diinginkan dan diusahakan, tidak terwujud dan ini dianggap bertentangan dengan fakta historis.



BAB X

TEORI LINGKARAN SEJARAH

Lingkaran kehidupan didunia ini dianggap menyerupai sebuah lingkaran besar. Artinya, apabila suatu kehidupan baru saja berakhir, maka kehidupan yang baru akan segera dimulai, dan ini berputar terus menyerupai bentuk lingkaran. Suatu kejadian yang pernah terjadi, suatu saat, akan terjadi lagi ( berulang kembali). Adanya perubahan itu disebabkan oleh adanya faktor psikologis (sifat manusia).



BAB XI

MATERIALISME-HISTORIS

Adanya anggapan bahwa tekanan pada kebutuhan materil dan perjuangan kelas sebagai akibat dari usaha-usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan kesadaran manusia. Matrealistis berpusat pada perubahan cara atau teknik produksi materil sebagai sumber utama perubahan sosial.

Marx mencoba memberikan perhatian penuh untuk mencapai cita-citanya mewujudkan revolusi sosial agar kaum buruh dapat menikmati sebagian dari hasil industri. Marx tidak setuju dengan pandangan positive yang dianggap ilmu alam yang cocok untuk menjelaskan perilaku manusia atau perubahan sosial.

Pemahamn ilmiah menuntut untuk mengambil sikap yang benar terhadap hakikat suatu masalah karena hal ini mencakup bahwa manusia bukan hanya manusia yang mamiliki kesadaran. Manusia memiliki kesadaran subjektif tentang dirinya dan situasi-situasi materil.

BAB XII

KRITIK ATAS ALIRAN DEVELOPMENTALISME

Historisme dianggap sebagai doktrin (pengaruh) ilmu sosial historisme itu sendiri adalah salah satu pendekatan yang beranggapan bahwa sejarah merupakan tujuan dan tujuan itu dapat dicapai dengan mengkaji salah satu pola atau melakukan pendekatan yang menitik beratkan pada penelitian terhadap evolusi sejarah.

Yang membedakan antara evolusionisme biologi dengan evolusi sosial adalah kalau evolusi sosial, dalam melakukan analisis ada tujuan yang jelas dan masalahnya sendiri adalah masyarakat. Sedangkan evolusi biologis lebih mengarah pada perubhan yang dapat diprediksikan seperti gejalah-gejalah alam, sepsis dan sebagainya.



BAB XIII

SEJARAH SEBAGAI PRODUK MANUSIA: PERKEMBANGAN TEORI AGEN PERUBAHAN

Agen perubahan adalah perubahan itu sendiri, dan memiliki kekuatan besar atau kekuatan tertinggi. Dan kekuatan yang dimilikinya melekat dala tubuh nsatu lembaga sosial tetapi hal tersebut sulit untuk dianalisis karena semuanmya dianggap benar.

Perubahan itu sendiri bersumber dari orang yang berprilaku menyimpang dalam arti orang itu telah meruntuhkan norma sosial dengan mapan. Perubahan ini melibatkan sebagian kecil orang karena setiap individu dalam kelompok kecil tersebut punya peran yang sedikit pula.

BAB XIV

SOSIOLOGI SEJARAH BARU: KEMUNGKINAN & KENYATAAN

Pada saat sosiologi lahir, masyarakat masih dalam kondisi miskin. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang membahas dan mempelajari kehidupan manusia dalam masyarakat, meliputi perilaku dan iteraksi kelompok, menelusuri asal-usul pertumbuhan serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap anggotanya.

Pertumbuhan penduduk yang pesat membuat interaksi dan masalah sosial semakin kompleks dan bervariasi. Sosiologi harus selalu mengikuti setiap perubahan-perubahan sosial yang terjadi dan menjelaskannya. Masyarakat harus dilihat sebagai apa adanya, dan dari sinilah sosiologi termasuk disiplin ilmu yang dinamis tidak statis karena sosiologi selalu bergerak menyesuaikan diri dengan konteks tempat dimana dia hidup dan berkembang. Peruban sosial merupakan fokus utama oleh sebagian teori sosial.

BAB XV

KESELARASAN SOSIAL: ESENSI PERUBAHAN SEJARAH

Suatu struktur akan mudah terpecah belah atau tidak dan lambat laun tidak akan berfungsi dengan maksimal. Struktur akan beroperasi dengan baik apabila dihadapkan dengan kelompok internal.

Dalam menjalankan perannya, agen tidak dilihat sebagai suatu unit analisis yang terpisah tetapi dilihat dan dinyatakan dinyatakan sebagai pencerminan dari realita sosial yang terdapat disekitar kita. Keselarasan dapat pula dianggap sebagai suatu bentuk keseimbangan. Keselarasan inilah nantinya akan mengantarkan manusia pada suatu bentuk perubahan sosial.

BAB XVI

IDE SEBAGAI KEKUATAN SEJARAH

Weber menjelaskan peran fungsi agama terhadap bangkitnya kapitalisme suatu tujuan. Kedua, perilaku yang berorientasdi pada suatu nilai. Ketiga, perilaku menerima orientasinya dari perasaan atau emosi seseorang dan karena itu disebut kelakuan efektif atau emosional. Keempat, ada kelakuan yang menerimah arahnya dari tradisi sehingga disebut kelakuan tradisional.

Ada korelasi antara agama dengan kapitalisme. Menurut Weber dalam ajaran Protestan ada beberapa nilai yang dapat mendorong lahirnya kelas orang kaya dan pemilik moda,l seperti etos kerja yang kuat dan menghargai waktu.

Ada paham yang menentang gereja katolik karena menjadikan agama sebagai alat bisnis dan katolik yang membuatkan diri pada masalah sosial, misalnya kerja dan hidup mencari rezki. Paham ini dikenal dengan nama kalvinisme.



BAB XVII

KEMUNCULAN NORMA DAN PENYINGKIRN DAN INOVASI

Norma dalah seperangkap tatanan, baik tertulis maupun tiodak tertulis yang berlaku dan merupakan pedoman hidup sehari-hari dalam masyarakat. Norma-norma yang berlaku dalam masyarakat bersifat mengikat, tetapim kekuatan ikatan dari norma yang ada berbeda-beda.

Norma dapat berbentu pertama, kebiasaan yang dimaksud kebiasaan disini menunjuk pada perbuatan yang berulang-ulang dalam bentuk yang sama.kedua, tradisi sesuatu yang telah berlangsung secara turun-temurun. Biasanya tradisi yang telah melekat ini sangat sulit untuk diubah karena masyarakat sudah terlanjur menyakininya sebagai suatu hal yang dianggap benar. Proses untuk mengubuhnya membutuhkan waktu yang sangat lama.

Adapula norma yang memang sengaja untuk dihilangkan karena dianggap sudah tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat.



BAB XVIII

ORANG BESAR SEBAGAI AGEN PERUBAHAN

Sejarah sebenarnya diciptakan oleh manusia itu sendiri. Sejarah itu dapat dipahami dalam banyak ukuran. Banyak orang dapat memprediksikan (memikirkan ) akan bagaimana dan seperti apa dia kedepannya. Namun disisi lain, tidak semua orang dapat membayangkan bagaimana hidupnya kedepan. Sampai saat ini tidak diketahui siapa sebenarnya yang membuat sejarah itu. Setiap perubahan besar yang terjadi melibatkan masyarakat karena sejarah itu tidak dapat dibuat oleh satu individu.

Sejarah juga ikut berperan mengubah dunia. Contoh: Thomas Alfa Edison yang menemukan bola lampu. Penemuan ini telah dicatat oleh sejarah. Ketika belum ada bola lampu, saat itu orang-orang di dunia masih menggunakan pelita atau bahkan tidak menggunakan penerangan sama sekali.

Hadirnya bola lampu ditengah-tengah masyarakat ternyata mampu mengubah pola hidup masyarakat yang pada awalnya menggunakan pelita menjadi tergantung pada bola lampu. Thomas Alfa Edison inilah yang disebut sebagai orang besar yang mampu mengubah dunia.



BAB XIX

GERAKAN SOSIAL SEBAGAI KEKUATAN PERUBAHAN

Gerakan sosial adalah gabungan beberapa golongan dalam satu wadah secar sadar berjuang untuk mencapai suatu tujuan dan berusaha untuk menyingkirkan siapapun yang berusaha untuk mengahalanginya untuk mencapai tujuan. Contoh: pemberontakan.

Contoh lain reformasi di Indonesia merupakan salkah satu contoh perubahn. Aksi 1998 ternyata mampu mnurunkan rezim yang dulunya dianggap dictator. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan sosial karena didalamnya tergabung beberapa lembaga atau komunitas, yang punya tujuan yang sama yaitu reformasi, dan berusaha untuk menyingkirkan orang-orang yang menghalanginya untuk mewujudkan reformasi tersebut.

Terkadang gerakan sosial ini bias mengantarkan pada perubahan sosial. Gerakan sosial disini sebagai dampak dan gejalah yang ikut serta mengiringi proses yang menjadi pendorong kemajuan dalam arti lain ada traspormasi sosial. Apabila perubahan yang terjadi mempengaruhi perubahna masyarakat dan terjadi di luar pengaruh gerakan maka, aka nada umpan balik dan akan berlangsung setahap demi setahap. Gerakan sosial dapat memberi pemahaman tentang realita sosial yang ada disekitar kita tanpa kita sadari.



BAB XX

REVOLUSI: PUNCAK PERUBAHN SOSIAL

Revolusi merupakan proses pembentukan ulang masyarakat sehingga menyerupai proses kelahiran kembali. Perubahna ini mencakup dan menyentuh langsung semua tingkat dan dimensi masyarakat. Revolusi bersifat radikal, fundamendamental dan menyentuh langsung pada inti dan fungsi dari struktur sosial, sangat jauh berbeda dengan konsep evolusi. Revolusi sebagai sebuah mitos lambat laun mengalami kemunduran karena revolusi dipandang sebagai suatu proses yang tidak pernah berakhir juga tatanan kehidupan yang lebih baik, seperti yang dijanjikan tidak dapat diwujudkan.

Revolusi oleh sebagian orang menghasilkan bentuk ketidak adilan, ketimpangan, eksploitasi dan penindasan yang lebih parah. Revolusi dianggap sebagai sebuah bencana karena revolusi sering diiringi dengan kekerasan, peperangan, dan kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa. Contoh revolusi Prancis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

sebaris kalimat dari pembaca